Cost Behavior Analysis
1. Klasifikasi Cost
a.
Fixed Cost = biaya yang tidak berubah walaupun
ada penurunan atau kenaikan aktivitas dalam relevant range
b.
Variable Cost = biaya yang berubah sejalan
dengan perubahan aktivitas dalam relevant range
c.
Semivariable cost = Cost yang memiliki
karakteristik fixed dan variable
2. Memisahkan Fixed dan Variable Cost
·
Pemisahan biaya tetap dan biaya variabel
menggunakan data historis.
·
Data yang abnormal harus dikeluarkan dari
analisis. Contoh: kerusakan mesin, pembelian material di bawah standar
·
Data perlu dikoreksi apabila terdapat perbedaan
kondisi antar periode. Contoh: Pembelian mesin baru yang efisien, peruahan
desain produk, dan penyesuain tingkat inflasi
3. Metode Pemisahan Fixed and Variable Cost
a.
High and Low Points Method
·
Menggunakan aktivitas tertinggi dan terendah
·
Tarif variable cost adalah hasil dari
menyelesaikan persamaan biaya titik tertinggi dan titik terendah sbb:
F + 48.000 V = $680 ... (titik tertinggi)
F + 26.000 V = 500 ... (titik
terendah)
------------------------- -
22.000 V = $180
V = $180 / 22.000 = $0.00818 per jam kerja
·
Fixed Cost
F = 680 – (48.000 x $0.00818)
F = 680 – 393
F
= 287
b.
Scattergraph Method
·
Cost yang dianalisis (dependant variable) ditempatkan
pada sumbu vertical (sumbu Y)
·
Aktivitas yang terkait (independent variable)
ditempatkan pada sumbu horizontal (sumbu X).
·
Garis lurus yang ditarik yang menyentuh sumbu Y
menunjukkan besarnya fixed cost
·
Biaya variabel rata-rata = biaya rata-rata –
biaya tetap
c.
Method of Least Squares (metode kuadrat
terkecil)
·
Didasarkan pada persamaan garis lurus y = a + bx
·
Langkah: Buat perhitungan seperti tabel berikut
ẏ : biaya listrik rata-rata
ẋ : DLH rata-rata
·
Mencari nilai b
b = Total kolom 6 / total kolom 5
b = $2.270.000/512.000.000
b = $0.0044 per jam kerja
·
Mencari nilai a
ẏ = a+ bẋ
a = $570 – ($0,0044) (35.000)
a
= $416
4.
Analisis Korelasi
a.
Pengertian Korelasi
Korelasi adalah ukuran covariation antara dua variabel, variabel
independen (x atau DLH pada contoh di atas) dan variabel dependen (y atau biaya
listrik pada contoh di atas)
b.
Koefisien korelasi (correlation coefficien) = r
·
Mengukur tingkat korelasi antara dua variable,
seberapa besar perubahan x memengaruhi perubahan y
·
Semakin mendekati 1/-1 hubungannya semakin kuat.
·
r = Total kolom 6 / (total kolom 5) (total kolom
7)
r = 2.270.000/ (512.000.000)(40.800)
r = 0,49666
c.
Koefisien determinasi (coefficient of
determination) = r2
·
Menunjukkan persentase perubahan variable
dependent yang dipengaruhi oleh perubahan variable independent.
·
r2 = 0,24667 atau 24%
·
Artinya 24% perubahan biaya listrik berhubungan
dengan perubahan jam kerja (DLH).
·
Apabila koefisien determinasi aktivitas yang
dianalisis nilainya kecil maka perlu dicari aktivitas lain yang lebih besar
koefisien determinasinya, misalnya jam mesin.
5.
Standard Error of the Estimate = s’
Manajemen perlu menetapkan besarnya selisih
antara biaya aktual dengan angka prediksi yang masih ditoleransi dalam rangka
pengendalian biaya.
·
Standard Error of the Estimate merupakan ukuran
seberapa jauh angka-angka biaya aktual menyimpang dari estimasi biaya. (n = jumlah data)
s’ = Total kolom 5 / n – 2
s’ = (y1-y’1) 2 / n – 2
= Total kolom 5 / n - 2
= $30.628 / 12 – 2
= $55.3
·
Range penyimpangan biaya aktual dari prediksi
biaya yang bisa ditolerir = s’ x tp
tp = nilai table t dengan tingkat keyakinan p% untuk degree of freedom
(df) = n –
·
Sehingga nilai biaya aktual yang masih bisa
diterima adalah:
Sumber : PPT Cost Accounting William Carter oleh Kodirin, Ak., M.A.





Komentar
Posting Komentar